Anotasiar
  • Beranda
  • News
  • Liputan
    • Reportase
    • Investigasi
  • Opini
  • Sastra
    • Esai
    • Cerpen
    • Puisi
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Info & Agenda
    • Jadwal Acara
    • Pengumuman
No Result
View All Result
  • Login
Anotasiar
  • Beranda
  • News
  • Liputan
    • Reportase
    • Investigasi
  • Opini
  • Sastra
    • Esai
    • Cerpen
    • Puisi
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Info & Agenda
    • Jadwal Acara
    • Pengumuman
No Result
View All Result
  • Login
Anotasiar
No Result
View All Result
Opini
29 Oktober 2021

Kapitalisme dan Pendidikan

HMJ-IE
Opini

Kapitalisme dan Pendidikan

HMJ-IE
29 Oktober 2021
Kapitalisme dan Pendidikan

Dok. Pribadi Muh. Isdar Jaya

Kapitalisme merupakan suatu tatanan perekenomian yang sangat mendominasi saat ini. Dengan motif keuntungan, cara kerja kapitalisme sarat akan akumulasi, eksploitasi, dan ekspansi. Menurut Karl Marx, keterpilahan masyarakat ke dalam dua kelas, antara pemilik sarana produksi (borjuasi) dan pekerja yang hanya memiliki tenaga kerja (proletariat) merupakan sebuah keniscayaan di dalam masyarakat kapitalistik.

Pada tahun 1994, WTO dan Word Bank mengeluarkan suatu kebijakan dimana setiap Negara yang tergabung di dalamnya harus meliberalisasi 12 sektor publik, salasatunya ialah pendidikan. Hal ini menjadi pertanda bahwa Negara secara perlahan mulai lepas tangan atas tanggungjawab dalam memfasilitasi pendidikan dan menyerahrkan pendidikan ke pasar yang bersifat kapitalistik.

Akibatnya, biaya pendidikan semakin mahal sebab pendidikan hari ini dijadikan sebuah komoditas. Kita harus menyiapkan sejumlah tertentu uang yang tidak sedikit jumlahnya agar dapat mengakses pendidikan. Hal ini membuat hanya golongan tertentu saja yang dapat mengaksesnya.

Selain dijadikan sebuah komoditas, pendidikan hari ini juga menjadi alat untuk mereproduksi ideologi. Ideologi yang dimaksud disini adalah ideology yang selaras dengan kepentingan kapitalisme atau  kepentingan kelas penguasa. Dalam kajian yang bertema “Kapitalisme dan Pendidikan” yang diadakan oleh HMJ Ilmu Ekonomi mengatakan bahwa siapa yang berkuasa maka dialah yang mengatur pendidikan.

BACA JUGA

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

Watak Mengintervensi dan Bentuk Polarisasi Pimpinan FEBI

Hal ini sangat berbeda dengan konsep pendidikan yang dikatakan oleh Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan bahwa pendidikan harus menjawab kebutuhan masyarakat. Paulo Freire juga mengkritik model pendidikan hari ini yang mengukuhkan penindasan dan kebisuan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendidikan haruslah hadap masalah.

Penulis: Muh. Isdar Jaya

*Tulisan ini merupakan resume peserta dari Kajian Rutin bertema “Kapitalisme dan Pendidikan” yang dilaksanakan oleh Bidang Penalaran dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HMJ-IE) UIN Alauddin Makassar.

Kapitalisme merupakan suatu tatanan perekenomian yang sangat mendominasi saat ini. Dengan motif keuntungan, cara kerja kapitalisme sarat akan akumulasi, eksploitasi, dan ekspansi. Menurut Karl Marx, keterpilahan masyarakat ke dalam dua kelas, antara pemilik sarana produksi (borjuasi) dan pekerja yang hanya memiliki tenaga kerja (proletariat) merupakan sebuah keniscayaan di dalam masyarakat kapitalistik.

Pada tahun 1994, WTO dan Word Bank mengeluarkan suatu kebijakan dimana setiap Negara yang tergabung di dalamnya harus meliberalisasi 12 sektor publik, salasatunya ialah pendidikan. Hal ini menjadi pertanda bahwa Negara secara perlahan mulai lepas tangan atas tanggungjawab dalam memfasilitasi pendidikan dan menyerahrkan pendidikan ke pasar yang bersifat kapitalistik.

Akibatnya, biaya pendidikan semakin mahal sebab pendidikan hari ini dijadikan sebuah komoditas. Kita harus menyiapkan sejumlah tertentu uang yang tidak sedikit jumlahnya agar dapat mengakses pendidikan. Hal ini membuat hanya golongan tertentu saja yang dapat mengaksesnya.

Selain dijadikan sebuah komoditas, pendidikan hari ini juga menjadi alat untuk mereproduksi ideologi. Ideologi yang dimaksud disini adalah ideology yang selaras dengan kepentingan kapitalisme atau  kepentingan kelas penguasa. Dalam kajian yang bertema “Kapitalisme dan Pendidikan” yang diadakan oleh HMJ Ilmu Ekonomi mengatakan bahwa siapa yang berkuasa maka dialah yang mengatur pendidikan.

BACA JUGA

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

Watak Mengintervensi dan Bentuk Polarisasi Pimpinan FEBI

Hal ini sangat berbeda dengan konsep pendidikan yang dikatakan oleh Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan bahwa pendidikan harus menjawab kebutuhan masyarakat. Paulo Freire juga mengkritik model pendidikan hari ini yang mengukuhkan penindasan dan kebisuan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendidikan haruslah hadap masalah.

Penulis: Muh. Isdar Jaya

*Tulisan ini merupakan resume peserta dari Kajian Rutin bertema “Kapitalisme dan Pendidikan” yang dilaksanakan oleh Bidang Penalaran dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HMJ-IE) UIN Alauddin Makassar.

ARTIKEL TERKAIT

Seutas tali, ditengah jerami

Seutas tali, ditengah jerami

7 Mei 2026

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

4 Mei 2026

Resensi Film: Yuni, Perempuan yang berhasil keluar dari belenggu patriarki

29 April 2022

Resensi Buku: Kita Semua Harus Menjadi Feminis!

26 April 2022

Watak Mengintervensi dan Bentuk Polarisasi Pimpinan FEBI

26 Maret 2022

Populer

Seutas tali, ditengah jerami

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

Resensi Film: Yuni, Perempuan yang berhasil keluar dari belenggu patriarki

Resensi Buku: Kita Semua Harus Menjadi Feminis!

Watak Mengintervensi dan Bentuk Polarisasi Pimpinan FEBI

Pimpinan FEBI Batasi Akses Berkegiatan Di Luar Kampus dan Blokir Anggaran Ormawa FEBI

Kirim Tulisan Jadilah bagian dan terlibat untuk perubahan dengan ikut berdiskusi dan berbagi gagasan kritis, edukatif dan progresif di anotasiar...» Kirim tulisanmu
Explore
Kolom
About Us
Search
Artikel Berikutnya
Kapitalisme dan Perempuan

Kapitalisme dan Perempuan

Zainuddin Supir Bus Kampus: Roda Berputar Ekonomi Lancar

Zainuddin Supir Bus Kampus: Roda Berputar Ekonomi Lancar

KAPITALISME DAN AGAMA

Unit Penerbitan dan Pers Mahasiswa

HMJ Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak Kami

© Anotasiar. All rights reserved.

Explore
Kolom
About Us
Search
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Liputan
    • Reportase
    • Investigasi
  • Opini
  • Sastra
    • Esai
    • Cerpen
    • Puisi
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Info & Agenda
    • Jadwal Acara
    • Pengumuman

© anotasiar. All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In