Anotasiar.ID
  • Beranda
  • News
  • Liputan
    • Reportase
    • Investigasi
  • Opini
  • Sastra
    • Esai
    • Cerpen
    • Puisi
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Info & Agenda
    • Jadwal Acara
    • Pengumuman
No Result
View All Result
  • Login
Anotasiar.ID
  • Beranda
  • News
  • Liputan
    • Reportase
    • Investigasi
  • Opini
  • Sastra
    • Esai
    • Cerpen
    • Puisi
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Info & Agenda
    • Jadwal Acara
    • Pengumuman
No Result
View All Result
  • Login
Anotasiar.ID
Puisi
7 Mei 2026

Seutas tali, ditengah jerami

HMJ-IE
Puisi

Seutas tali, ditengah jerami

HMJ-IE
7 Mei 2026
Seutas tali, ditengah jerami

BACA JUGA

Mahasiswa di Hantui Pembungkaman

Puisi: Pilu Petani

Di sela jemari yang masih berpaut erat, ada telunjuk yang tajam, mencari siapa yang berkhianat.

Kita genggam tangan namun melepas rasa, mencari-cari celah dalam tumpukan dosa.

Mata kita beradu, dipaksa menatap dalam satu garis, namun di balik dada, hati kita memunggungi dengan tragis.

Kita benci sunyi yang merayap di antara meja makan, tapi jauh lebih benci jika harus menjadi yang pertama dimaafkan.

Andai cinta punya bahasa yang jauh lebih sederhana, lebih tulus dari ego yang menganggap kalah sebagai hina.

Mungkin hari ini tawa kita sudah memecah udara, bukannya memelihara sepi yang kaku seperti pusara.

Kita lebih memilih menikam dengan diam yang membeku, menimbun rindu di bawah harga diri yang kaku.

Padahal kemenangan atas dirimu adalah duka bagiku, dan kejayaan egomu, hanyalah reruntuhan bagi kita berdua yang dulu.

Penulis: Senaphra

BACA JUGA

Mahasiswa di Hantui Pembungkaman

Puisi: Pilu Petani

Di sela jemari yang masih berpaut erat, ada telunjuk yang tajam, mencari siapa yang berkhianat.

Kita genggam tangan namun melepas rasa, mencari-cari celah dalam tumpukan dosa.

Mata kita beradu, dipaksa menatap dalam satu garis, namun di balik dada, hati kita memunggungi dengan tragis.

Kita benci sunyi yang merayap di antara meja makan, tapi jauh lebih benci jika harus menjadi yang pertama dimaafkan.

Andai cinta punya bahasa yang jauh lebih sederhana, lebih tulus dari ego yang menganggap kalah sebagai hina.

Mungkin hari ini tawa kita sudah memecah udara, bukannya memelihara sepi yang kaku seperti pusara.

Kita lebih memilih menikam dengan diam yang membeku, menimbun rindu di bawah harga diri yang kaku.

Padahal kemenangan atas dirimu adalah duka bagiku, dan kejayaan egomu, hanyalah reruntuhan bagi kita berdua yang dulu.

Penulis: Senaphra

ARTIKEL TERKAIT

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

4 Mei 2026

Resensi Film: Yuni, Perempuan yang berhasil keluar dari belenggu patriarki

29 April 2022

Resensi Buku: Kita Semua Harus Menjadi Feminis!

26 April 2022

Watak Mengintervensi dan Bentuk Polarisasi Pimpinan FEBI

26 Maret 2022

Pimpinan FEBI Batasi Akses Berkegiatan Di Luar Kampus dan Blokir Anggaran Ormawa FEBI

25 Maret 2022

Populer

Seutas tali, ditengah jerami

Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan

Resensi Film: Yuni, Perempuan yang berhasil keluar dari belenggu patriarki

Resensi Buku: Kita Semua Harus Menjadi Feminis!

Watak Mengintervensi dan Bentuk Polarisasi Pimpinan FEBI

Pimpinan FEBI Batasi Akses Berkegiatan Di Luar Kampus dan Blokir Anggaran Ormawa FEBI

Kirim Tulisan Jadilah bagian dan terlibat untuk perubahan dengan ikut berdiskusi dan berbagi gagasan kritis, edukatif dan progresif di anotasiar...» Kirim tulisanmu
Explore
Kolom
About Us
Search

Unit Penerbitan dan Pers Mahasiswa

HMJ Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak Kami

© anotasiar.id. All rights reserved

Explore
Kolom
About Us
Search
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Liputan
    • Reportase
    • Investigasi
  • Opini
  • Sastra
    • Esai
    • Cerpen
    • Puisi
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Info & Agenda
    • Jadwal Acara
    • Pengumuman

© anotasiar. All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist