Kau adalah teka teki yang sulit dimengerti
Walaupun sulit tetap kupaksa mengerti
Dan pada akhirnya perlahan mulai beradaptasi
Sebab sulit sangat tak pantas dijadikan alasan untuk berhenti
Kau adalah kopi yang kuseduh di pagi hari
Rasa pahit dan nuansa embun pagi yang tak lagi murni kugodok menjadi satu dalam bingkai toleransi
Dengan pahit dan pagi mari ciptakan harmoni
Kau adalah manifestasi dari puisi
Puisi yang bak mentari yang terus setia menyinari
Walau tak selalu menyejukkan hati
Tapi yakinlah takkan pernah mengingkari
Tak perlu mengabdi
Cukup mengerti
Sebab pengabdian hanya untuk sang ilahi
Kita adalah muda mudi dalam pencarian jati diri
Pencarian yang tak urung bersua jalan pasti
Tak usah ucap janji
Sebab janji berpotensi saling mengingkari
Cukup katakan apa yang tidak kamu sukai
Lalu kukatakan pula apa yang tidak kusukai
Dan mari saling menyukai
Teruslah melangkah kemana kaki membawa pergi
Yakinlah di muara langkah kaki menunggu pelangi abadi
Penulis : Kelana
Editor : Tim Anotasiar.ID




