{"id":6133,"date":"2026-05-04T13:28:34","date_gmt":"2026-05-04T13:28:34","guid":{"rendered":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/?p=6133"},"modified":"2026-05-04T13:35:16","modified_gmt":"2026-05-04T13:35:16","slug":"menolak-menjadi-sekrup-menempatkan-kemanusiaan-di-atas-angka-pertumbuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/04\/05\/2026\/menolak-menjadi-sekrup-menempatkan-kemanusiaan-di-atas-angka-pertumbuhan\/","title":{"rendered":"Menolak Menjadi Sekrup, Menempatkan Kemanusiaan di Atas Angka Pertumbuhan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hari Buruh seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sekadar parade tahunan di jalanan atau serangkaian orasi yang berlalu begitu saja, melainkan sebagai momen refleksi mendalam atas martabat manusia yang sering kali tergerus oleh mesin ekonomi global. Jika kita merujuk pada pemikiran Pramoedya Ananta Toer dalam Tetralogi Buru, khususnya dalam Bumi Manusia, kita diingatkan bahwa menjadi modern bukan berarti tunduk pada sistem yang menindas, melainkan berani bersikap adil sejak dalam pikiran. Namun, kenyataannya hari ini, keadilan bagi pekerja sering kali dikorbankan di atas altar efisiensi dan pertumbuhan ekonomi yang diagung-agungkan secara buta.<\/p>\n<p>Dalam dunia yang kian digital, wajah eksploitasi telah bertransformasi secara radikal. Penindasan tidak lagi hanya terjadi di pabrik-pabrik lembap dengan jam kerja yang kaku seperti narasi industri abad ke-19, melainkan telah berpindah ke dalam algoritma dan layar ponsel. Fenomena ini menciptakan apa yang disebut David Graeber dalam bukunya Bullshit Jobs sebagai pekerjaan yang kehilangan makna kemanusiaannya, di mana individu dipaksa melakukan tugas-tugas administratif yang tidak relevan namun menghabiskan energi psikis, menciptakan kekosongan eksistensial di tengah kesibukan yang semu.<\/p>\n<p>Kekhawatiran hadir dikarenakan kemajuan teknologi justru memperlebar jurang ketimpangan jika tidak dibarengi dengan keberpihakan pada hak-hak dasar yang bersifat substansial. Kita sedang menyaksikan sebuah paradoks besar di mana produktivitas meningkat tajam berkat bantuan kecerdasan buatan, namun kesejahteraan psikologis pekerja justru merosot tajam. Beban kerja yang tak pernah benar-benar selesai akibat konektivitas tanpa batas telah menghancurkan privasi, menjadikan waktu istirahat sebagai kemewahan yang sulit dicapai bagi banyak orang di era ekonomi gig.<\/p>\n<p>Kondisi ini membawa kita pada peringatan yang dituliskan oleh Byung-Chul Han dalam The Burnout Society. Han berpendapat bahwa masyarakat kontemporer bukan lagi masyarakat disipliner yang ditekan dari luar, melainkan masyarakat prestasi yang mengeksploitasi dirinya sendiri. Hari Buruh harus menjadi antitesis dari kelelahan massal ini, sebuah seruan kolektif untuk merebut kembali waktu hidup yang telah dikomodifikasi habis-habisan oleh pasar. Tanpa adanya batas yang jelas antara ruang kerja dan ruang pribadi, martabat buruh akan terus tergerus oleh ambisi produktivitas yang tidak manusiawi.<\/p>\n<p>Dalam kondisi krisis menunjukkan bahwa hanya rasa kebersamaan yang mampu menjaga integritas manusia dari kehancuran total akibat kerakusan sistemik. Di masa kini, solidaritas tersebut harus diperluas melampaui batas-batas serikat pekerja tradisional, mencakup mereka yang bekerja di balik layar aplikasi, pekerja kreatif yang rentan, hingga buruh lepas yang sering kali tidak memiliki jaminan perlindungan hukum yang memadai.<\/p>\n<p>Sering kali, istilah-istilah seperti &#8220;kemitraan&#8221; atau &#8220;fleksibilitas kerja&#8221; digunakan hanya untuk menyamarkan ketidakadilan sistemik dan pelimpahan risiko dari perusahaan kepada individu. Jika kita tidak memiliki kesadaran kritis untuk membedah retorika tersebut, maka perayaan ini hanya akan menjadi ritual kosong tanpa nyawa yang justru melegitimasi status quo ketimpangan kelas yang ada.<\/p>\n<p>Sejatinya Hari Buruh adalah seruan universal bahwa ekonomi harus tunduk pada kemanusiaan, bukan sebaliknya. Perjuangan buruh adalah upaya untuk memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakang pekerjaannya, memiliki kedaulatan penuh atas waktu, kesehatan mental, dan masa depannya sendiri. Hanya dengan menempatkan nilai kemanusiaan di atas angka-angka statistik pertumbuhan, kita dapat membangun tatanan sosial yang benar-benar berkeadilan, di mana kemajuan teknologi berfungsi sebagai pembebas, bukan sebagai instrumen perbudakan gaya baru yang lebih halus<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Senaphra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Hari Buruh seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sekadar parade tahunan di jalanan atau serangkaian orasi yang berlalu begitu saja, melainkan sebagai momen refleksi mendalam atas martabat manusia yang sering kali tergerus oleh mesin ekonomi global. Jika kita merujuk pada pemikiran Pramoedya Ananta Toer dalam Tetralogi Buru, khususnya dalam Bumi Manusia, kita diingatkan bahwa menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"yst_prominent_words":[],"class_list":["post-6133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6133"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6145,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6133\/revisions\/6145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6133"},{"taxonomy":"yst_prominent_words","embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/yst_prominent_words?post=6133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}