{"id":6045,"date":"2022-03-19T13:29:05","date_gmt":"2022-03-19T13:29:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.anotasiar.id\/?p=6045"},"modified":"2022-03-19T13:39:07","modified_gmt":"2022-03-19T13:39:07","slug":"noda-dosen-di-cincin-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/19\/03\/2022\/noda-dosen-di-cincin-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Noda Dosen di Cincin Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anotasiar menerbitkan ulang laporan LPM Lintas mengenai kekerasan seksual di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Republikasi ini merupakan respons atas tindakan pembredelan yang diberlakukan Rektor IAIN Ambon, Zainal Abidin Rahawarin, terhadap LPM Lintas setelah laporan tersebut terbit dalam Majalah Lintas Edisi II Januari 2022.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Republikasi ini dilakukan atas seizin pihak redaksi LPM Lintas sebagai bentuk solidaritas atas pembungkaman dan kekerasan terhadap entitas pers mahasiswa. [nama pers mahasiswa] tidak akan menarik laporan ini sampai Rektor IAIN Ambon mencabut Keputusan Rektor IAIN Ambon Nomor 92 Tahun 2022 tentang Pembekuan LPM Lintas IAIN Ambon.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Korban tidak melaporkan kasus kekerasan seksual lantaran takut dipersulit di ujung studi. Dosen meminta mahasiswa mencari rekannya yang bisa dibayar untuk seranjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sore itu, hari hampir remang. Mirna memenuhi panggilan ke rumah dosen dengan tujuan mengambil draf skripsi yang akan diujikan pada Selasa, 26 Oktober 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana di sekitar rumah yang berada di Wara, Desa Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, itu sepi. Dosen itu, IL menyambutnya di dalam rumah dengan mengenakan celana pendek dan kaus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">singlet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tak ada orang lain kecuali IL dan Mirna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirna\u2014bukan nama sebenarnya\u2013sempat diminta melongok ke luar. Setelah tahu tak ada orang lalu-lalang, dosen itu memintanya menutup pintu. \u201cCoba lihat, kalau tidak ada orang kunci pintu,\u201d kata mahasiswi 23 tahun ini, mengulang ucapan IL\u2013kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamis, 18 November lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan kali pertama mahasiswi angkatan 2017 itu diminta bertemu di rumah. Tiga kali datang sendiri, dan lainnya bersama temannya. Hari itu, menurut Mirna, dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Uswah) berusia 33 tahun ini pun meminta dia duduk mendekat dan memandang ke arahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTiba-tiba dia bilang beta menganga ke sini. Padahal dia kasih keluar kemaluannya,\u201d tutur Mirna, terbata-bata. Ia semakin panik ketika IL memaksanya berhubungan badan. Dosen itu mendesaknya dengan mengatakan, \u201cMengerti Pak. Pak punya istri tidak ada, satu kali ini saja!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirna menolak. Namun, ia berujar, IL justru memaksa supaya keduanya saling memegang kemaluan. Desakan mesum itu tak berhenti di situ. Pada tangan kiri, tepat di jari manis, terpasang cincin permata merah. Mata IL tiba-tiba tertuju ke benda itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, IL meminta Mirna menyerahkan cincin tersebut. \u201cBeta pikir untuk apa, padahal dia kasih masuk cincin itu di ujung kemaluan,\u201d katanya. Setelah beraksi, IL mengembalikan cincin itu dengan menaruhnya langsung ke dalam tas atas perintah Mirna. \u201cTerpaksa beta suruh dia isi dalam tas. Namanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">katong <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">punya cowok kasih, bagaimana mau buang?\u201d ucap Mirna, lirih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usaha IL mendekati Mirna, mahasiswi yang wisuda pada 29 Desember lalu, duduk di semester tiga. Mirna baru intens berkomunikasi dengan IL ketika dosen itu menawarkan membantu menyelesaikan skripsi tersebut. Hingga skripsi rampung, Mirna merogoh\u00a0 kocek di atas Rp 3 juta kepada IL. Menurut Mirna, beberapa kali ia terhambat berkonsultasi dengan dosen pembimbing lantaran IL, kerap menunda memberikan draf proposal skripsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urusan skripsi ini diduga menjadi pintu masuk buat IL mengajaknya bertemu di rumah serta berkonsultasi via aplikasi pesan media sosial. Saat itu IL diduga intens melancarkan ucapan bernada mesum dan mengirim gambar serta video berbau porno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirna menunjukkan kiriman IL itu kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dua gambar beradegan porno dikirim pada 6 Februari 2021 pukul 01.40 WIT. Diikuti teks di bawahnya. \u201cKasihan sudah lama Pak tidak merasakan begini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirna memprotes kiriman tersebut. Tapi dosen ini membalas bahwa pesan itu sekadar hiburan. Pada 21 September lalu pukul 22.40, Mirna menerima kiriman video sepanjang 13 detik dari akun yang sama. Isinya seorang pria bercelana pendek dalam posisi telentang di ranjang sembari memainkan alat kelaminnya. \u201cItu video dia sendiri, beta kenal dia punya tangan,\u201d ujar Mirna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Enam hari kemudian, datang lagi kiriman foto bergambar penis pada pukul 22.12. Dari pesan teks di Messenger ini, IL meminta Mirna tak marah dan merahasiakan isi percakapan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Antua <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bilang beta bisa jaga rahasia. Jadi dia kirim gambar seenaknya saja. Mungkin dia pikir beta perempuan gampangan,\u201d tutur mahasiswi kelahiran 1998 ini, geram. Mirna mengaku tak nyaman dengan semua perilaku IL. Namun tak bisa berbuat banyak lantaran tersandera skripsi di tangan IL.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirna pernah membagi keresahan itu ke sejumlah teman. Cerita tentang IL lantas menyebar ke sejumlah mahasiswa, laki-laki dan perempuan. Salah satu rekannya mengaku pernah melihat tangkapan layar berisi pesan IL, yang meminta Mirna mengirim gambar tubuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDia pernah kasih tunjuk, dosen itu minta kirim gambar payudara,\u201d ujar mahasiswa yang minta namanya tak dikutip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Jumat, 19 November lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita lain tentang perilaku IL datang dari Nani\u2013juga bukan nama sebenarnya. Nani berkisah, ketika Mirna kembali dari rumah IL, dosen itu langsung mengirim video bernada cabut. \u201cKalau tidak salah, sampai sekarang dia masih simpan video dan percakapan IL,\u201d ujar Nani. Dia mengaku sempat membaca pesan dari IL di ponsel Mirna yang berisi ajakan itu, kata Nani, IL justru menuduhnya dengan mengatakan, \u201cNanti dengan pacar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kamong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (kalian) bisa buka semua. Kalau dengan Pak tidak mau,\u201d ucap Nani, menirukan pesan IL.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejumlah mahasiswa mengenal IL dosen genit. Obrolan di aplikasi Messenger itu diketahui banyak mahasiswa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menemui empat mahasiswi mengaku pernah mendapat kiriman pesan bernada mesum dari IL. Sebagian di antaranya\u00a0 enggan membeberkan isi percakapan sang dosen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pesan berisi ajakan pacaran hingga ditawarkan menikah. Misalnya, sebut saja Nuril, ia mengaku diminta IL menjadi istri kedua. Semenjak itu Nuril terus menghindar dengan memutar jalan saat berpapasan dengan IL. \u201cBagaimana, ya? Takut, malu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gitu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lo,\u201d kata dia, Selasa, 16 November lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, IL pun disebut mengajak tidur di indekos mahasiswa. Ajakan itu datang setelah ia tahu mahasiswi tersebut tinggal di kos sendiri. Ketika menolak ajaran IL, dosen tersebut justru menanyakan teman sekelasnya yang bisa disewa untuk seranjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda teman-teman yang bisa bapak pakai?\u201d tutur Nani, menirukan pesan IL. \u201cMaklum, ini hujan. Jadi mengerti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d Mirna juga mendapat pesan serupa yang meminta mencarikan teman mahasiswi untuk dibayar sebagai teman tidur. Setelah mengaku tak punya teman seperti yang diinginkan IL, dosen itu justru menawarkan teman sekelasnya, yakni Umi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">IL\u2013Mirna melanjutkan\u2013meminta nomor ponsel Umi, bukan nama sebenarnya. Tapip Mirna tak memberikan nomor temannya itu. Setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menelusuri cerita ini, Umi mengaku dua kali dihubungi IL dengan panggilan \u201csayang\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau dia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2018sayang-sayang\u2019, beta alihkan ke pembahasan persoalan tugas,\u201d tutur Umi, Rabu, 17 November lalu. Dia mengaku IL juga meminta foto pribadinya, tapi ia tak menggubris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengakuan Mirna, IL tak hanya mengajak berhubungan badan, mengirim gambar mesum, memamerkan kelamin, ia sekali waktu pernah meminta berhubungan mesra melalui panggilan telepon. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sempat membaca ajakan itu di ponsel Mirna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, setelah kedok IL terbuka, sang dosen bertitel magister ini berdalih bahwa semua percakapan itu terjadi lantaran akun Facebook-nya diretas. Setelah dipanggil pihak jurusan November lalu, IL beralasan peretasan itu sudah enam bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan diakui IL kepada Mirna. Ia beralasan bahwa peretasan akun Messenger berlangsung sejak tiga bulan, terhitung dari November tahun lalu. Melalui pesan instan ke Mirna, IL mengaku peretasan terjadi ketika ponselnya diservis. \u201cTernyata selama 3 bulan Pak punya akun di-hack, Pak baru tahu tadi malam,\u201d seperti dikutip pada tangkapan layar yang diterima <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 21 November lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pesan berikutnya, IL mengancam akan melaporkan Mirna ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama jika semua percakapan bernada mesum itu tersebar. \u201cIni pencemaran nama baik,\u201d kata IL, seperti dikutip dari potongan gambar itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dimintai konfirmasi terkait obrolan bernada mesum serta kejadian di rumahnya, IL membantah. Ia menuduh mahasiswi tersebut salah paham. Kata dia, saat itu ia hendak tidur dengan istrinya, tak lama mahasiswa datang berkonsultasi terkait skripsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia keluar menemui mahasiswa dengan mengenakan kaus dan celana pendek\u2013dan sempat merapikan celana di depan korban. \u201cMungkin dari situ dia berpikir seperti disebutkan itu (memainkan kelamin),\u201d ucap IL, saat ditemui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lintas <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di gedung kuliah Fakultas Ushuluddin, Selasa, 7 Desember lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia mengatakan bahwa ajakan menikah ke mahasiswi hanya candaan. \u201cTidak ada yang serius,\u201d tutur IL. Sementara pesan berbau mesum, ia mengaku dikirim oleh orang yang meretas akun media sosialnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu kali, IL meminta bertemu di kampus di Gedung Kembar pukul 10 malam dengan alasan membicarakan skripsi. Tapi ia menolak ajakan itu karena trauma dengan perilaku IL. Ia berniat melaporkan IL, tapi belakangan takut skripsi yang tengah disusun bakal mandek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu teman pria Mirna di jurusan pun bersedia melaporkan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama IL ini. Tapi niat itu dibatalkan Mirna karena takut urusan studinya dipersulit. Sejak itu Mirna memilih bungkam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu pelecehan, tapi beta diam saja,\u201d ucap dia dengan kepala menunduk.<\/span><\/p>\n<p><b>(Idris Boufakar, Yolanda Agne, Taufik Rumadaul, Ihsan Reliubun)<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anotasiar menerbitkan ulang laporan LPM Lintas mengenai kekerasan seksual di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Republikasi ini merupakan respons atas tindakan pembredelan yang diberlakukan Rektor IAIN Ambon, Zainal Abidin Rahawarin, terhadap LPM Lintas setelah laporan tersebut terbit dalam Majalah Lintas Edisi II Januari 2022. Republikasi ini dilakukan atas seizin pihak redaksi LPM Lintas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6053,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"yst_prominent_words":[],"class_list":["post-6045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6045"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6045\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6049,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6045\/revisions\/6049"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6045"},{"taxonomy":"yst_prominent_words","embeddable":true,"href":"https:\/\/anotasiar.com\/ie\/wp-json\/wp\/v2\/yst_prominent_words?post=6045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}